“Bolehkah Berbohong Demi Menyembunyikan Amal” Boleh enggak berbohong demi menyembunyikan amal? Tidak boleh. Karena ini bukan darurat syar’iyah. Berbohong kalau ada maslahat yang lebih besar, nggak papa. Seperti Rasululloh mengatakan tidak boleh berbohong kecuali pada tiga, yang pertama apa? Suami berbohong pada (istrinya) Tetapi itupun bukan mutlak….pak…ya…. Suami dikit-dikit bohong, dikit-dikit bohong. Nggak bener…dalilnya mana? Hadis itu…salah. Kata para ulama, maksudnya, Bohong yang menimbulkan rasa cinta. Gombal…istilahnya…gombal…ya. Bukan bohong dalam setiap perkara,…enggak. Yang kedua, bohong untuk mendamaikan dua muslim yang bertengkar. Misalnya antum tau, si fulan sama si fulan lagi bertengkar dua-duanya temen saya lagi, aduh gimana gitu. Akhirnya, antum datang ke si fulan, ke si A. A, ini ada hadiah dari si B, MasyaAllah…. Dia selalu mendoakan kamu lho,.. Lansung ceeeessss….tuh kemarahannya. Datang lagi ke si B, si A itu MasyaAllah…. ternyata dia itu suka memuju-muji kamu lho… Masa sih..? Langsung Ceeesss…. Damai. Alhamdulillah….Padahal bohong. Boleh. Kenapa? Karena maslahat damainya dua muslim itu lebih besar daripada mudhorot bohongnya.
Bukan berarti kita menghalalkan bohong, enggak.. Tapi karena kita melihat ada yang lebih maslahat dari situ. Adapun (berbohong) menyembunyikan amalan tidak boleh. Kita berbohong demi untuk menyembunyikan amal. Cari cara lain. Kalau antum ditanya, mas lagi puasa ya? Aduh gimana ya menyembunyikan amalannya yah? Kalau memang kita harus berterus terang ya sudah selama kita bisa menjaga keikhlasan. Nggak papa. Yang terpenting adalah, keikhlasan yang terjaga..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar